Puisi
Sastra
Puisi - Puisi Eman Roja
![]() |
| Pixabay.com |
Pelacur dalam Biara
Lihat!
Itu tubuh berbalut rupa
Ada
tato palem merias liuk lengan gagah
Pun
pancar cahaya soroti buah dadanya agung
Juga
sepi menyulam suci selangkangannya
Tengok
itu! Menggairahkan, bukan?
Tak
perlu kau gegas menyetubuhinya
Sampai
kau loroti jatuh gaunnya
Sampai
kau singkap habis tabir bugilnya
Maka
kau akan balik tersanggama
Lihat! Itu tubuh berbalut rupa
Ada
duri merias liuk batang palem di lengannya
Pun
bayang menelan pancar cahaya di buah dadanya
Juga
pesta sunyi menyulam sepi suci selangkangannya
Tengok
itu! Ada pelacur dalam biara
#####
Untuk yang Tersesat
24 setengah
jejak
Aku melangkah
mengusung besar-Mu
24 kali 24
kali bergulir waktu
Aku
tak mengerti, setengah pun
Yang disapa T
U H A N
Kata-Mu,
siapakah Engkau?
Yang mati di mulut
menganga
Yang sepi di
kuping berpasang
Yang lenyap
di mata belalak
Yang sembunyi
tangan kala terulur
Yang
terentang kaki urung terjulur
Kau yang
terpenggal di indah cipta-Mu
Kata-Mu,
siapakah Engkau?
#####
Malamku
Tajam mataku
menatap
Menyayat
setiap halang mata
Tembus
menusuk mangsaku
Kena!
Tepat di
jantung
Rebah, ia
mampus
Aku melahap
ria
Meliuk pada
onggokan terkulai
Merayakan
darah yang raib
Menghantarkannya
ke pembaringan malam
Mengapa tubuh
ini meronta?
Entahkah aku
lelah meliuk?
Entahkah
letih pesta semalam?
Dalam tidur
lelap malam
Aku merasakan basah makamnya
#####
Doa
Cinta
Tuhan, asal segala cinta
Aku mencin…….
Aku men……. men…….
Akh!
Tuhan, asal segala cinta
Engkau tahu isi hatiku
Sampaikan kepada dia
Aku terbelit sulur
cintanya
Amin
Eman Roja,
Alumnus STFK Ledalero, Maumere, Flores - NTT.
Previous article
Next article


Leave Comments
Post a Comment